Perkembangan Balita

Mengapa stimulasi Balita sejak dini penting untuk kecerdasan anak ?

Stimulasi bermain agar mendapatkan balitas cerdas adalah rangsangan yang dilakukan sejak janin 6 bulan di dalam kandungan, dengan suasana bermain penuh kegembiraan, kasih sayang setiap hari, terus menerus dan bervariasi untuk merangsang semua system indera perkembangan balita (pendengaran, penglihatan, peraba, pembau, pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan, dan jari-jari, mengajak berkomunikasi serta merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran bayi dan balita.

Dengan cara-cara tersebut merangsang pembentukan cabang-cabang sel-sel otak, melipat gandakan jumlah hubungan antar sel otak, sehingga membentuk sirkuit otak yang lebih kompleks ,canggih dan kuat, sehingga menghasilkan kecerdasan yang tinggi dan bervariasi (multiple intelegence).

Bagaimana cara menstimulasi bermain sejak dini untuk janin di dalam kandungan ?

Stimulasi janin didalam kandungan dilakukan dengan mengajak berbicara, mengobrol, menyanyikan lagu, membacakan doa, lagu-lagu keagamaan, sambil mengelus-elus perut ibu, dapat pula dengan memperdengarkan lagu melalui radio kaset yang ditempatkan di perut ibu.
Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap hari, setiap saat ibu dapat berinteraksi dengan janinnya, misalnya sambil mandi, memasak, memcuci kecerdasan balitapakaian, berkebun, membaca koran/majalah, menonton TV, di kendaraan, dikantor, dipasar, dimana saja dapat dilakukan stimulasi.

Bagaimana pola pengasuh yang baik untuk bayi dan anak?

Interaksi antara pengasuh dan bayi atau balita harus dilakukan dalam suasana pola asuh yang demokratik (otoritatif). Yaitu pengasuh harus peka terhadap isyarat-isyarat bayi, artinya:

– Memperhtikan minat, keinginan atau pendapat anak
– Tidak memaksakan kehendak pengasuh
– Selalu penuh kasih sayang dan kegembiraan
– Memberi contoh tanpa memaksa
– Mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi
– Memberikan pengharahgaan atau pujian atas keberhasilan atau prilaku yang baik
– Memberikan koreksi bukan ancaman atau hukuman bila anak tidak dapat melakukan sesuatu atau ketika melakukan kesalahan
– Jangan banyak melarang atau membatasi ide-ide anak, kecuali bila membahayakan diri sendiri atau orang lain

Apa beda fungsi otak kanan dan kiri untuk kecerdasan anak ?

Otak kiri terutama mengendalikan aktivitas yang bersifat : teratur , berurutan, rinci, sistimatis ,matematis. Otak kanan terutama mengendalikan aktivitas yang bersifat: berfikir divergen [meluas], imajinasi, ide-ide, kreativitas, emosi, music, spiritual, intuisi, abstrak, bebas, stimultan.

Oleh kerena itu, jika kita menginginkan perkembangan balita dengan kecerdasan multiple harus di lakukan perangsangan [stimulasi] sejak dini di dalam kandungan sampai umur 2 tahun terus menerus, setiap hari, penuh kasih sayang, penuh kegembiraan, bervariasi dan teratur, dan merangsang otak kiri dan kanan bersama-sama.

Leave a Reply

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh