Merubah Kemandirian Putri Kecil

Jika di Tanya kenapa orang senang membimbing anak gadis, umumnya jawaba mereka adalah karena sifat yang mudah diatur dan tenang. Namun, saat sang putri kecil beranjak besar, sebagai orangtua, anda perlu membimbingnya lebih cermat, karena dia adalah “mahkota emas” yang perlu dijaga dan dilatih kemandiriannya.

Sayangnya, kadang kala anak gadis punya problem dengan kepercayaan dirinya. Ada fakta menarik yang ditulis Mary Pipher dalam buku Reviving Ophelia. Dalam buku tersebut tertulis jika dibandingkan dengan anak laki-laki ,biasanya lebih banyak anak gadis akan tumbuh tidak percaya diri.
Disisi lain,disadari atau tidak, anda kerap memberikan perlakuan berbeda terhadap putra-putri anda. Sering kali ayah dan ibu memberikan perhatian lebih tanpa disadari terhadap anak yang lebih super,ceriwis, atau berprestasi. Nah,sebaiknya anda perlu mengetahui benar sifat dan karekter putrid anda. Kata kunci untuk membimbing anak perempuan adalah menghargai dan mengajarkan bagaimana dia menghargai diri sendiri.

Jangan memberikan julukan yang berkonotasi negatif dengan penampilan ataupun kemampuan prestasinya,misalnya,”Si jerawatan “ atau “Si hitam” panggilah dengan namanya dan berikan pujian saat dia melakukan tindakan positif. Cara selanjutnya adalah jangan selalu menaruhnya di “disangkar emar” karena anak perempuan kerap disangka lebih lemah dibandingkan laki-laki. Sederhananya, saat bermain si gadis kecil tidak boleh berlari-lari atau bermain petak umpet, karena takut terjatuh.

Lepaskan anak gadis untuk didorong mengambil risiko, supaya mereka mendapat ruang untuk “jatuh” sesekali. Dengan “terjatuh “ menjadi langkah penting untuk mempelajari perilaku baru. Jatuh adalah bagian dari siklus kehidupan, sehingga putri kecil anda perlu mamahami bahwa itu adalah proses untuk mencapai kesuksesan. Langkah lainnya adalah mengajarkan tentang bagaimana merawat dan melindungi tubuh serta mengolah kemampuan diri, sehingga siap berkometensi di lingkungan sosialnya,hal ini penting untuk tidak membiarkan putrid anda terperangkap pada ketidakpercayaan diri dan ketakutan untuk melakukan tindakan.

Ajarkan pula tindakan untuk menghindari rasa egois, dengan belajar menyenangkan dan memperhatika n orang lain tentu saja dengan catatan , hal ini dilakukan tidak berlebihan , cukup sewajarnya. Tidakan sederhana yang bisa dianjarkan, seperti meminta putrid anda untuk membawa stoples berisi kue-kue ke ruang tamu saat ada kerabat yang datang. Si putrid kecil anda pun siap menjadi putri yang mandiri.

Leave a Reply

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh